5 Tips Sakti Mengubah Hobby Jadi Bisnis

Advertisement
“Lakukan apa yang Anda cintai, maka uang akan mengikuti”. Saran ini mungkin telah sering mampir di telinga Anda selama bertahun-tahun. Emang ada yang salah? Emang tuh . Ternyata, kebanyakan orang yang mencoba untuk mengubah hobi mereka menjadi bisnis, eh gagal secara menyedihkan lho . Alih-alih mereka malah berakhir dengan hobi yang mahal dan besar, bukan usaha kecil yang sukses.
Namun ada juga lho sedikit yang beruntung. Mereka berhasil menggabungkan semangat mereka dengan kecerdasan bisnis dan menciptakan penghasilan dari hobi mereka itu. Kenapa yaa hasilnya bisa beda? Ada contoh yang bagus tentang bagaimana menjalankan bisnis berbasis hobi. Di acara baru Travel Channel, “Pemburu Mainan (Toy Hunter)”, ditunjukkan bagaimana agen mainan Jordan Hembrough menyusuri loteng, garasi, gudang, dan basemen para kolektor mainan dalam upayanya mencari mainan koleksi yang masih berharga. Ia memang penggemar mainan (di kaosnya tercantum dengan bangga “masih bermain dengan mainan”). Ia menghabiskan hari-harinya meneliti sampah mainan untuk mencari yang masih berharga.


Terinspirasi cara Hembrough membuat sifat ‘maniak mainan’-nya menghasilkan duit, berikut adalah lima tips untuk mengubah hobi Anda menjadi bisnis:

1. Beli dengan tepat

Anda harus tahu betul nilai produk Anda, dan harus rela menyisihkan keinginan Anda sendiri. Kendalikan hobi Anda, kalau tidak ujung-ujungnya lemari Anda hanya penuh dengan barang yang gak laku dijual, lho.
Terkadang para kolektor bersikap jual mahal, maunya agar Hembrough membeli mahal mainan mereka. Dia sering tidak jadi membeli karena dia tahu seberapa kesediaan kolektor membayar untuk mainan dalam kondisi tertentu. Dia mungkin ingin sekali memiliki mainan itu, tapi dia tetap fokus pada kenyataan untung dan rugi.

2. Pupuk hubungan dengan pemasok

Membangun hubungan yang kuat lebih penting daripada mencari untung maksimal. Hembrough tidak mau memborong habis dari para kolektor, justru dia berharap bisa datang lagi mengunjungi mereka untuk melakukan pembelian lagi. Dia mendekati setiap kolektor dengan hormat dan selalu bertanya, “Apakah Anda bersedia menjual barang ini kepada saya?”. Barulah setelah itu ia menawar.

3. Terus berpromosi

Memasarkan produk adalah sama pentingnya dengan memiliki produk yang baik. Ketika Hembrough mengambil risiko dan membeli partai besar, misalnya mobil Star Wars era 1980-an, ia langsung berteriak kepada asistennya agar segera memulai pemasaran. Barang yang lebih mahal tentu perlu pemasaran yang lebih baik pula, untuk menemukan pembeli yang tepat. Betul, kan?

4. Perhatikan arus kas

Dalam bisnis mainan koleksi, pastikanlah uang Anda tidak terlalu banyak terbenam dalam inventori. Jika tidak, maka segera Anda akan kehabisan uang tunai..! Harga mainan Hembrough kebanyakan di bawah $20, tapi Star Wars speeder harganya $750 – inilah alasan kenapa perlu segera menemukan pembelinya  agar mendapatkan uang tunai lagi untuk menutupi tagihan.

5. Teguh dengan apa yang Anda ketahui

Mengoleksi mainan adalah arena besar dengan banyak bidang khusus. Hembrough dengan cerdas bertahan dengan apa yang paling ia ketahui dan dengan cerdas pula telah memupuk suatu basis pelanggan untuk mainan yang berkaitan dengan film dan TV klasik, terutama era 1980-an.
Pernahkah Anda mengubah gairah Anda menjadi bisnis?

Diterjemahkan oleh tim Yubi, dari www.Entreprenur.com (Carol Tice)

Ilustrasi: http://www.flickr.com/photos/47800690@N03/

Advertisement